Anjungan Lepas Pantai PHE-24 Milik Anak Usaha Pertamina Diresmikan



Anjungan lepas pantai milik PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), yakni PHE-24 diresmikan.

Anjungan lepas panti tersebut merupakan bagian dari dari lapangan terintegrasi tahap pertama (Proyek EPCI-1).

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan saat ini pihaknya tengah mulai melakukan pembangunan proyek lapangan terntegrasi EPCI-1. Jika proyek tersebut selesai, diharapkan bisa meningkatkan kontribusi Pertamina terhadap produksi minyak nasional hingga 40 persen.

Nantinya, fasilitas produksi migas lapangan terintegrasi ini akan dilengkapi dengan Central Processing Platform 2 (CPP2).

“Pengembangan lapangan terintegrasi ini merupakan bagian dari usaha Pertamina untuk meningkatkan kontribusi hingga 40 persen pada produksi minyak nasional pada tahun 2019. Saat ini Pertamina baru berkontribusi sekitar 23 persen dari total produksi minyak nasional sebesar 830.000 barel per hari,” ujar Dwi Soetjipto dalam keterangan resminya, Rabu (12/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut Dwi Soetjipto juga memberikan apresiasi kepada PHE WMO dimana dalam pembangunan proyek terintergrasi , yakni anjungan PHE-24, PHE-12 dan CPP-2 memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 60 persen.

GM PHE WMO Sri Budiyani menambahkan, lewat  proyek EPCI-1, perseroan berharap bisa mencatatkan peningkatan produksi 5.000-7.000 barel secara bertahap setiap tiga bulan hingga 5 tahun ke depan.

Dengan demikian laju penurunan produksi alamiah di Blok WMO yang rata-rata dalam 3 tahun terakhir mencapai 50-60 persen per tahun bisa terus ditekan.

"Saat ini melalui program perawatan sumur yang cermat dan optimasi produksi, pada tahun 2016 sampai dengan bulan Oktober, laju penurunan produksi  alamiah dapat ditahan hingga hanya sekitar 10 persen.  Kegiatan instalasi anjungan migas lepas pantai pada saat ini, menunjukkan Pertamina mampu bekerja di lepas pantai,” kata Sri Budiyani.