Empat Wanita Ditabrak Pejambret di Sukawati Bali, Todongkan Golok Lalu Ambil Dompet dan Perhiasan!



Warga Kecamatan Sukawati diresahkan aksi penjambretan dengan kekerasan.
Kejahatan jalanan tersebut kerap menyasar kaum perempuan yang berkendara sendirian.

Pihak kepolisian Polsek Sukawati sedang memburu pelaku kejahatan yang hingga kini identitasnya belum terlacak.

Baca: Waspada! Ibu-ibu Yang Berbelanja di Pasar Sukawati Jadi Incaran Penjambret Mabuk Bersenjata

Informasi dihimpun Tribun Bali, Senin (10/10/2016), kasus penjambretan dengan ancaman kekerasan tersebut sudah terjadi di empat desa di Sukawati.
Di antaranya, di Desa Celuk, Sukawati, Batubulan dan Guwang.

Kasus terakhir terjadi di Jalan Raya Guwang, Banjar Tegal Guwang, Jumat (8/10/2016) dini hari.

Modus yang digunakan pelaku diawali dengan menabrak bagian belakang motor korban hingga terjatuh.

Setelah korban terjatuh dari motor, pelaku meminta korban untuk memberikan barang berharganya sembari menodongkan senjata tajam.

Senjata yang digunakan setiap melakukan aksinya selalu berubah-ubah.
Terkadang menggunakan golok dan terkadang pisau.

Kejadian yang meresahkan warga tersebut, kerap terjadi pukul 03.00 Wita.
Korbannya biasanya ibu-ibu yang berbelanja di Pasar Umum Sukawati.
Dari keterangan beberapa korban, dari mulut pelaku tercium bau alkohol.
Kapolsek Sukawati, AKP Wayan Wisnawa mengatakan hingga saat ini belum ada laporan ke polisi.

Namun, pihaknya juga mendengar ada informasi tersebut.

Dari penyelidikan yang dilakukan, kata AKP Wisnawa, kejadian ini memang benar terjadi.

“Belum ada laporan masuk. Tapi kami juga mendengar informasi itu, dan kami sudah turun mengecek kebenarannya. Dari kesaksian para korban yang kami datangi, diketahui kejadian tersebut dalam beberapa hari ini terjadi di Celuk, Sukawati, Guwang dan Batubulan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan AKP Wisnawa, belum ada yang melaporkan kasus tersebut, lantaran korban-korbannya masih mengalami trauma.

“Ada dua korban yang sudah didatangi, mereka masih trauma. Dalam menggali informasi dari korban pun kami susah payah agar mereka mau buka mulut,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini hingga terungkap.

Sebab kejadian ini sangat meresahkan masyarakat Sukawati.

Meskipun pelaku bersembunyi di lubang semut, kepolisian Sukawati akan terus memburunya.

“Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kami akan menguak tindak criminal ini. Isu keamanan menjadi harga mati di Sukawati,” tegasnya.

Untuk memberikan rasa nyamam pada masyarakat sebelum pelaku ditangkap, pihaknya akan lebih mengintensifkan patroli dini hari.

“Kami akan lebih intensifkan patroli dini hari  di setiap wilayah hokum Polsek Sukawati,” tandasnya.