Kurang Tidur Bisa Membunuh Rasa Empati



Empati adalah kemampuan merasakan penderitaan orang lain seperti merasakannya sendiri.

Kemampuan empati bisa hilang jika kita kurang tidur, demikian menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Journal of Psychophysiology.

Penulis utama studi, Veronica Guadagni, M.Sc., kandidat doktor di neurolab di Departemen psikologi di University of Calgary, mengatakan, "Jika individu memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga mereka merasa lelah maka kemampuan mereka untuk berempati akan berkurang, dibandingkan dengan orang lain yang memiliki kualitas tidur yang baik."

Contoh praktisnya, Anda mudah mengucapkan kata-kata menyakitkan ketika berargumen dengan pasangan atau kurang menanggapi dengan simpatik ketika ada klien yang frustasi.

Kurang tidur dan gangguan empati

Efek negatif kurang tidur adalah gangguan fungsi kognitif, yang secara khusus memengaruhi pengolahan mood dan emosional," kata Guadagni.

"Kami meneliti dan menemukan bahwa kurang tidur walau hanya satu malam, mengakibatkan kemampuan empati peserta penelitian menjadi tumpul sama sekali.

Guadagni percaya bahwa kualitas tidur yang buruk bisa mengganggu komunikasi antara dua daerah otak yaitu sistem limbik yang terlibat dalam pengolahan emosi dan prefrontal korteks untuk pemantauan dan pengendalian respon emosional.

Jelaslah sudah, ketika Anda terlalu lelah karena kurang tidur, kemampuan Anda untuk mengelola emosi pasti berkurang. Banyak atau sedikitnya, tergantung pada seberapa lelah atau seberapa kurangnya tidur Anda.

Empati adalah salah satu kunci dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, itu berarti sebagai salah satu faktor penentu kebahagiaan. Maka, jika Anda ingin merasa baik dan ingin bisa berbuat baik, pastikan malam ini Anda tidur nyenyak tidak kurang dari tujuh atau delapan jam.