Pengakuan Sopir soal Praktik Suap Saat Razia Angkutan Umum



Sopir angkutan umum mengungkapkan masih ada praktik suap pada saat razia yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Provinsi DKI Jakarta. 

Far (31), sopir angkutan umum jurusan Kampung Melayu-Pasar Senen, mengungkapkan praktik suap seringkali melibatkan oknum petugas Dishubtrans DKI Jakarta. Biasanya, kata Far, oknum Dishub menerima bila diberikan "uang damai" saat razia. 

Far menceritakan, dirinya pernah terjaring razia di sekitar Terminal Senen beberapa bulan lalu. Saat itu, ia tak membawa surat izin mengemudi (SIM). Oknum Dishub itu, kata Far, langsung masuk ke dalam mobilnya. 

"Kalau udah masuk begitu biasanya udah kode buat minta uang damai," kata Far kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (12/10/2016). 

Jika berada dalam situasi seperti itu, ucap Far, ia memilih untuk langsung merogoh kantong dan memberikan uang damai hingga Rp 150.000.

Far memilih damai di tempat ketimbang surat-surat kendaraannya ditahan karena dirinya tak mampu menunjukkan SIM. Jika surat kendaraannya ditahan, maka Far tak lagi bisa beroperasi.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Ib (18). Sopir angkutan umum Kampung Melayu-Pasar Senen itu juga pernah terjaring razia petugas Dishub yang menghentikan mobilnya dan mencari-cari kesalahan.

"Ada ban botaklah, lampu, speedometer," kata Ib. 

Saat itu oknum Dishub tersebut masuk ke dalam mobil dan membawanya berputar-putar. Saat dibawa itulah, kata Ib, oknum tersebut meminta uang untuk damai. 

Ib menuturkan biasanya ia memberikan uang Rp 50.000. Namun, terkadang uang itu dinilai terlalu kecil oleh oknum Dishub.

"Jadi Rp 100.000 sampai Rp 150.000," tutur Ib. 

Kendati demikian, Ib menuturkan, suap terjadi pada pelanggaran kecil. Lain hal bila izin kir angkutan umum kedapatan habis maka petugas Dishub tak akan kompromi. 

"Itu langsung dibawa ke Pulogebang," ujarnya.

Sementara itu, Kasudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak membantah aksi suap masih terjadi di Jakarta. Ia memastikan setiap kendaraan yang terjaring razia akan ditilang. 

"Kalau pun ada (suap) harus dibuktikan, laporkan. Nanti kami akan berikan sanksi tegas," kata Harlem. 

Ia melanjutkan, saat ini razia dilakukan secara gabungan bersama TNI dan Polri. Sehingga kecil kemungkinan bila terjadi praktik suap. 

"Apalagi pungli, sudah tidak ada," tegas Harlem.