Sebentar Lagi, Warga Gresik Tak Perlu ke Surabaya untuk Bikin Paspor



Untuk memudahkan pelayanan pembuatan dan pengurusan paspor, warga yang ada di Kabupaten Gresik, Tuban, Bojonegoro dan sekitarnya, dalam waktu dekat tidak perlu lagi repot untuk jauh-jauh mendatangi ibukota provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Awal tahun depan, rencananya Unit Layanan Paspor (ULP) Imigrasi Tanjung Perak akan dibuka  di kompleks Pasar Ikan Modern di Jalan Raya Bunder, Gresik.

“Selain dikarenakan permintaan pengurusan paspor di Tanjung Perak yang sudah overload, keputusan kami untuk membuka kantor cabang di sini juga untuk memudahkan warga Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro, supaya tidak perlu mengurus jauh-jauh ke Surabaya,” tutur Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Saffar Muhammad Godam, Rabu (12/10/2016).

Untuk dapat memenuhi proses sehingga di awal tahun akan dapat mulai digunakan, para pekerja pun terlihat bekerja keras dalam menyelesaikan pengerjaan bangunan, yang diklaim tinggal proses penyelesaian akhir saja.

“Sekarang tinggal finishing saja, sehingga kami optimistis pengerjaannya sudah akan dapat rampung sebelum akhir tahun. Dan pada awal tahun 2017, kami yakin kantor sudah akan dapat bisa dioperasikan untuk melayani pembuatan paspor,” jelasnya.

Hanya saja, Saffar enggan memberikan rincian secara detail mengenai berapa besaran sewa bangunan yang harus dikeluarkan oleh pihaknya, dalam membuka kantor ULP baru di kawasan Pasar Ikan Modern tersebut.

“Memang benar, kantor ULP Imigrasi Tanjung Perak akan hadir di sini, karena kami menang tender sebelumnya. Bukan bersifat tetap, tapi sewa lahan selama tiga tahun,” ungkap Sholeh (38).

Direktur Utama PT Lumbung Putra Kalimantan (LPK), selaku pengelola Pasar Ikan Modern. Sholeh pun optimistis, pembukaan kantor ULP nantinya, juga akan menjadi daya tarik tersendiri dalam mempromosikan Pasar Ikan Modern yang dikelolanya, yang memang juga bakal dioperasikan secara resmi pada awal tahun depan.

“Bangunan yang digunakan ULP sendiri bukanlah gedung baru. Karena bangunan itu awalnya akan kami gunakan sebagai aula, tapi karena adanya tender ini maka bangunan aula kami alih fungsikan menjadi kantor ULP,” ucapnya.

Dari penuturan Sholeh, bangunan ULP tersebut berdiri dengan lebar mencapai sekitar 100 meter dengan panjang mencapai 60 meter, dan berada tepat di tengah-tengah kawasan Pasar Ikan Modern.

Selain bangunan ULP, Pasar Ikan Modern sendiri bakal berisi sebanyak 183 rumah-toko (ruko) yang saat juga dalam proses penyelesaian akhir.