Beri Penghormatan untuk Guru, Jokowi Tundukkan Badan di Atas Panggung




Presiden Joko Widodo menjadi tamu spesial dalam peringatan Hari Guru Nasional yang dihelat di Sentul. Pada acara itu, hadir belasan ribu guru yang berasal dari sekurangnya 13 organisasi persatuan guru di Indonesia.

Pada sambutannya, Presiden Jokowi memberikan rasa hormat tertinggi pada para guru. Jokowi menunjukkan hal ini dengan membungkukkan badan khas salam hormat di Jepang.

Kejadian ini bermula ketika Jokowi menyampaikan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal ini sebagaimana sosialisasi empat pilar yang masih terus disampaikan.

"Pertama, saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan keberagaman kita. Yang berkaitan dengan NKRI, yang berkaitan dengan Pancasila, yang berkaitan dengan UUD 1945 dan yang berkaitan dengan Bhinneka Tunggal Ika," kata Jokowi di awal sambutan di di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2016).

Lantas Jokowi meminta kepada para guru untuk menyampaikan kepada para murid tentang nilai keberagaman yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, tak ada satupun negara di dunia yang memiliki sebanyak keberagaman sebanyak di Indonesia.

"Karena bapak ibulah yg bisa membimbing, mengisi anak-anak didik kita agar mereka tahu secara jelas betapa negara kita, Indonesia ini adalah beragam. Tidak ada di negara manapun di seluruh dunia ini yang memiliki 17 ribu pulau. Ada 516 kabupaten/kota. Ada 34 provinsi. Ada 700 suku. Dan 1100 bahasa lokal di negara kita. Betapa kita ini sangat beragam," ujar Jokowi.

"Saya bisa menyampaikan ini, bisa merasakan karena saya sudah datang di ujung barat, di titik nol, di Sabang, Aceh. Kemudian di ujung timur, di Merauke. Kemudian di utara, di Pulau Miangas yang jaraknya 12 jam dari Manado. Saya presiden pertama yang ke sana. Pulaunya kecil hanya dihuni kurang lebih 800 orang," imbuhnya.

Ia melanjutkan, keberagaman ini adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada Indonesia. Dan atas pemberian itu, tugas selanjutnya ialah merawat perbedaan tersebut.

Dengan menyampaikan kepada para peserta didik, Jokowi berharap generasi mendatang akan semakin sadar bahwa masyarakat yang berbeda tersebut adalah bersaudara.

"Kita semua adalah saudara. NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah saya minta kepada bapak ibu guru untuk sampaikan pada murid agar tetap satu, tetap rukun. Karena hanya kepada bapak ibu guru lah saya ingin sampaikan ini agar anak didik kita, bangsa ini ke depan tetap 1 NKRI dalam keadaan dan situasi apapun," tutur Jokowi.

Jokowi kemudian memberikan penghormatan kepada para guru. Menurutnya, guru adalah orang yang memegang peran ketika seorang murid bisa menjadi pemimpin.

"Karena yg menjadikan seorang itu jadi jenderal, jadi menteri dan saya sendiri bisa berdiri di sini jadi presiden kareja bapak ibu guru," ujarnya.

Setelah mengucapkan hal itu, Jokowi bergeser dari podium tempatnya memberi sambutan. Ia bergeser ke kiri podium dan menundukkan badan, seperti hormat yang biasa dilakukan orang Jepang.

"Saya ingin memberikan penghormatan kepada bapak ibu guru," ucapnya sembari menunduk. Para guru yang hadir pun pangsung merespons dengan tepuk tangan.

"Tanpa itu, saya tidak bisa berdiri di sini sebagai Presiden Indonesia," lanjut Jokowi memberi sambutan di podium. 
(jbr/fjp) [detik]