Difabel Bukan Penghalang untuk Kerja di Perusahaan Teknologi


Difabel atau memiliki keterbatasan dari lahir dan hidup kekurangan bukanlah penghalang bagi Khalim untuk menjadi orang yang berhasil. Meski jari-jari tangan dan kakinya tak lengkap sejak lahir, Khalim tak mau menyerah begitu saja pada nasib.

Ditemui di PKP Jakarta Islamic School, Senin (4/4/2016) kemarin, Khalim menunjukkan keahliannya membongkar pasang laptop dan komponen di dalamnya.

Khalim saat ini bekerja di Axioo sebagai teknisi (product specialist). Terkadang ia juga diminta untuk menjadi trainer, melatih para siswa SMK tentang produk Axioo.



Kepada Tekno Liputan6.com, Khalim mengaku sempat minder dan merasa frustasi karena kekurangan fisik yang ia miliki. Belum lagi soal kekurangan biaya untuk hidup dan melanjutkan sekolah.

"Setelah lulus SMP, saya sempat berhenti sekolah setahun karena masalah biaya. Untuk itu, saya merasa harus bisa mandiri dan mencari uang sendiri," ujar pemuda 18 tahun ini.

Dia sadar bahwa dia harus bangkit. Khalim lalu mencari kerja dengan membantu-bantu teman, mulai dari bekerja di bengkel hingga menjadi supir trailer dan tronton. Uang yang dikumpulkannya digunakan untuk mendaftar sekolah di SMK Umar Fatah Rembang.

Ketertarikannya pada dunia teknologi sudah ada sejak SMP. Ia suka mengoprek. Tak sedikit teman yang meminta bantuannya untuk meng-install sistem operasi atau membuat website. Nasib baik menghampiri Khalim saat ia sekolah di SMK.



Khalim mendapat beasiswa untuk ikut program dari Axioo, yakni Axioo Class Program. Sebelumnya ia sempat diuji oleh tim Axioo untuk membongkar laptop Axioo yang notabene belum pernah ia pegang. Saat itu dalam waktu kurang dari 20 menit, ia bisa mengerjakannya, padahal orang lain butuh 2-3 jam.

Melihat potensinya, Axioo meminta Khalim untuk menghubungi mereka setelah lulus jika ingin bekerja. Kini sudah hampir setahun Khalim menjadi teknisi di Axioo.

Menurut dia, belum ada kejadian aneh yang menimpa saat ia membetulkan produk. Pihak Axioo juga sering mengajak Khalim untuk memberikan motivasi di sekolah-sekolah.

"Hapus rasa minder, kita harus semangat dan punya kemauan untuk maju," ujar Khalim berpesan untuk generasi muda yang menurutnya banyak yang manja.

(Dew/Isk)

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2475520/difabel-bukan-penghalang-untuk-kerja-di-perusahaan-teknologi