Cinta Sejati Itu Ada, Suami Ini Rela Kelaparan Agar Bisa Memberi Makan Istrinya yang Sedang Sakit Setelah Gigitan Ular

Tindakan kasih sayang dan kehormatan yang luar biasa ini memuliakan citra cinta yang sejati.
Ini adalah cerita tentang seorang pria, dengan dedikasi yang sangat mendalam untuk istrinya.
Ia rela menempatkan semua kebutuhan istrinya di atas segalanya, termasuk kebutuhannya sendiri.
Karena kecelakaan naas, pasangan Thailand ini mengalami nasib buruk dalam kehidupan pernikahan mereka.
Sang istri digigit ular yang menyebabkan atrofi otot, membuatnya tidak bisa bergerak dan hanya bisa berbaring dan tidur.
Karena tidak bisa bergerak, dia harus tinggal di rumahnya di provinsi Sa Kaeo, Thailand.
Namun, suaminya tak meninggalkannya walaupun kondisinya seperti itu, ia tetap setia dan terus mencintainya seperti sebelumnya.
“Kami sebelumnya bersumpah untuk menjalani hidup ini bersama. Istri saya adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah meninggalkannya,” kata pria itu.


Sang istri tidak bisa lagi bekerja, begitu juga dengan sang suami yang tidak bisa meninggalkannya sendiri untuk keluar dan mendapatkan sejumlah uang.
Hal ini membuat mereka berjuang keras bahkan untuk makanan sehari-hari mereka.
Tapi tetangga mereka tak tega setelah melihat keadaan mereka, dan melakukan yang terbaik untuk membantu mereka dengan cara apa pun yang mereka bisa.
Mereka mengumpulkan dan menyumbang 700 baht atau sekitar 270 ribu rupiah untuk persediaan makanan bulanan mereka.
Namun, sumbangan tersebut rupanya masih belum bisa mencukupi kebutuhan makanan mereka berdua.
Walaupun demikian, suaminya dengan lapang dada dan lembut memberi makan istrinya dengan bantuan pangan yang mereka terima, dan setelah istrinya kenyang, ia baru memakan sisa makanan sang istri.
Banyak orang tergerak hatinya oleh kisah mereka, dan memutuskan akan membantu pasangan itu dengan persediaan makanan harian mereka.
Beberapa orang yang rumahnya terlalu jauh dan tidak dapat mengunjungi mereka secara fisik, biasanya mengirimkan mereka sejumlah uang.
“Saya mungkin tidak memiliki rumah atau mobil mewah, tapi saya telah mengabdikan hati dan jiwa saya kepada istri saya, dan saya tidak akan pernah menarik kata-kata saya,” kata suami tua tersebut.
“Saya yakin tubuh istri saya akan pulih secara perlahan. Dalam hidup, Anda harus selalu memiliki harapan dan bersikap optimis,” tambahnya.
Cinta dan dedikasi pasangan ini terhadap satu sama lain benar-benar sebuah inspirasi bagi sebagian besar generasi sekarang, yang sering memperlakukan ikatan pernikahan dengan enteng.
Mereka akan berpisah jika merasa ketidaknyamanan atau menemui ketidaksepakatan.