Menyentuh Hati! Wanita Tua Tunawisma Sebatang Kara ini, Akhirnya Sempat Merasakan Cinta dan Perhatian Orang Lain, Sebelum Meninggal Dunia


Salah satu kekhawatiran yang dimiliki banyak orang tua tunawisma adalah kematian.
Mereka merasa seorang diri, tanpa ada orang yang akan mengurus upacara pemakaman mereka.Begitulah halnya dengan wanita tua di India ini.
Semoga, kisah menyedihkan wanita yang hidupnya terlantar ini dapat mendorong masyarakat untuk memperhatikan 3.62 juta wanita tua yang tinggal sendirian di India.
Charan Prasad, 25, anggota LSM, Helping Force Foundation, menerima telepon dari seseorang pada 18 Februari.
Orang tersebut memberi tahu dia bahwa ada seorang wanita tua yang kelaparan, terdampar di sebuah gudang di pinggir jalan dekat koloni BC, Vizianagaram, Andhra Pradesh, India.
Dia belum makan makanan apapun selama dua bulan terakhir ini.


“Pagi ini kami mendapat telepon dari orang tak dikenal. Dia berbicara tentang seorang wanita tua yang tinggal di sebuah jalan yang dekat dengan koloni BC sejak dua bulan terakhir, tanpa makanan…,” tulis Charan di sebuah postingan di Facebook.
Mendengar kabar sedih tersebut, Charan langsung beraksi, dan segera bergegas ke tempat wanita tua itu tinggal.
Saat Charan mendekat untuk membantu wanita tua yang malang itu, Ramulamma, dia menangis terisak terus-menerus.
“Dia mengaku bahwa ia tidak memiliki tempat tinggal ataupun keluarga,” kata Charan kepada The Logical Indian.
Charan pun membelikan makanan untuk Ramulamma dan menyuapinya. Ramulamma benar-benar terlihat pucat pasi.
Setelah itu, Charan mengajaknya pergi ke rumah sakit pemerintah di Vizianagaram untuk mendapatkan perawatan intensif.
Beberapa minggu kemudian, Ramulamma tampaknya pulih dan dalam kondisi baik.
Kini ia tinggal di sebuah rumah tua di Vizianagaram, dan dia tampil sehat.
Namun, tak lama kemudian, Ramulamma meninggal dunia pada pagi hari, 6 Juli lalu.
“Berita yang sangat menyedihkan yang saya terima di pagi ini … Nenek kami #Ramulamma telah tiada pada pagi ini, tepatnya jam 4:00 pagi …,” tulis Charan di facebooknya.
Prasad kembali melakukan semua yang dia bisa untuk menggelar upacara penghormatan terakhir kepada wanita tua itu.
“Jadi kami mengambil tanggung jawab untuk melakukan upacara terakhirnya, menyerahkan surat ke kepala pemakaman dan melakukan ritual pemakaman terakhir untuk nenek kami …,” tulisnya.
Charan dan Yayasannya, Yayasan Helping Force mempersiapkan ritual pemakaman Ramulamma karena mereka percaya “tidak ada manusia yang harus mati seorang diri.”
“Kita harus menjadi keluarganya dan melakukan ritual pemakaman terakhir, sehingga bisa memberi damai kepada jiwanya di alam sana …” tulisnya.
“Istirahatlah dengan tenang, nenek ….”
Data dari Sensus India pada tahun 2011, mengungkapkan bahwa ada 72,83 persen, atau sekitar 3,62 juta wanita lanjut usia tinggal sendirian di India.
Dengan adanya inisiatif dari Charan dan Helping Force Foundation, mudah-mudahan, penderitaan para wanita lansia yang menderita ini kehidupannya akan disorot.
Dengan begitu mereka bisa terawat dengan baik, seperti halnya dengan manusia lainnya. (intan/rp)